Langsung ke konten utama

Postingan

Last Time

Siapa sangka, bahwa hari itu adalah hari terakhir kita merayakannya? Siapa sangka, bahwa kita ditakdirkan hanya dapat bermain saat menjadi anak kecil? Ga ada satu orang pun yang bisa menyangka, bahkan kita saat ini seperti orang yang tak kenal. Entah kesalahan apa yang dibuat oleh anak kecil saat itu. Tapi yang pasti, berkat kalian, kalian semua, masa kecilku, tak ada satupun hal indah yang terlewatkan. Saat ini, mungkin kita sudah sibuk dengan kegiatan kita masing-masing. kita sibuk mempersiapkan masa depan yang pernah kita bicarakan dibawah pohon miring, di lapangan bulu tangkis saat sore, atau di atap masjid. Masa-masa itu mungkin ga bisa terulang lagi. Sesungguhnya, aku menyesal pernah menyia-nyiakan masa itu dan yang bisa kulakukan untuk terus mengingat adalah dengan menulis. Kalian tahu, tak ada satu haripun sejak aku meninggalkan tempat masa kecil kita yang ku lupakan. Tak satupun kenangan yang ku buang dari ingatanku. Aku menyimpannya baik-baik. 10 tahun bahkan l...

Puisi untuknya

Perihal; Aku Sayangnya, aku bukan siapa-siapa Hanya seseorang yang mencintaimu dalam diam Yang tak mampu mengutarakan dengan lisan Hanya mampu bergelut dengan tulisan Kenyataannya, aku hanyalah aku Yang tak mampu menatapmu dari dekat Dan hanya bisa melihat dari kejauhan Kita dekat, namun kamu terlalu jauh untuk dijangkau Bukan, bukan kamu yang salah Aku yang salah Aku yang memendamnya Aku yang takut kehilangan Faktanya, kita bukanlah kita Aku dan kamu bukanlah kita Tak lebih dari sebatas teman Dan akan selalu menjadi teman Aku hanyaah orang yang mencintaimu dalam diam Dan aku akan selalu seperti yang aku lakukan Mencintai sendirian Ini keinginanku Karena aku Aku hanyalah pelangi yang datang seusai hujan dan digantikan oleh mentari -wanita dibulan desember- 16:35 WIB 23/07/17.

Diskriminasi

Kejadiannya waktu gua SD. Waktu gua SD, gua dapet perlakuan yang ga adil dari guru gua sendiri. Entahlah. Tapi gua merasa begitu. Gua bukan anak yang pintar, yang selalu nomor 1, bahkan masuk 10 besar dari 40 anak dikelas aja engga. Gua termasuk anak yang biasa-biasa aja, atau mungkin malah termasuk golongan yang bandel. Orang tua gua pribadi ga pernah maksa gua untuk belajar terus menerus, mereka lebih ngajarin gua tentang sopan santun, tata krama, nyuruh bergaul, perbanyak teman, ikut organisasi dan hal-hal yang berhubungan dengan interaksi sosial. Meskipun begitu, bagi mereka pendidikan itu tetep nomor 1 untuk anak-anaknya. Apapun yang terjadi, gua dan kaka gua tetep harus sekolah sampai punya gelar dan sukses dunia akhirat. Amiin. Kembali ke topik. Gua merasa di bedakan sama guru SD gua ketika gua menyadari bahwa yang mereka perhatikan adalah anak-anak yang menduduki peringkat atas di kelas. Contohnya, kalau ada 2 anak yang berisik di kelas yang satu adalah anak yang ad...

Behind a beautiful place, there is an amazing history

Penghujung April 2017 adalah salah satu saksi tercapainya satu demi satu mimpi yang sudah di bangun sejak awal. Puncak tertinggi pulau Jawa, Gunung Semeru dengan pesona keindahan alam yang terkenal berhasil ditakluki bersama dan membawa sejuta cerita. Fajar menyingsing, para pendaki pecinta sunrise beranjak bangun untuk melihat matahari terbit di ketinggian 2400 Mdpl. Ranukumbolo memang tak tanggung-tanggung. Bagi para pendaki atau pencinta alam, Ranukumbolo adalah surga. Tapi, dibalik indahnya Ranukumbolo ada cerita menarik. Gunung Semeru terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana masyarakat yang berdomisili di kaki Gunung Semeru adalah penduduk asli Tengger yang mayoritas memeluk agama Hindu. Pagi itu, ketika sang surya membiaskan sinarnya di ketinggian 2400 Mdpl. 5 orang penduduk asli Tengger datang membawa 2 ekor kambing yang disembelih di pinggir Ranukumbolo. Kemudian, kepala kambing itu dihanyutkan di air tawar yang jernih. Kita bisa melihat dia semakin ...

Don't Judge's People Look

Sesuai dengan judulnya, gua akan membahas tentang judge. Gua udah 17 tahun hidup di dunia ini dan yaa.. banyak hal yang sudah gua lewati dan banyak juga gua bertemu sama orang. All of people in the world have a characteristic yang berbeda-beda. Of course. Bahkan orang kembar pun punya sifat yang beda. Gue punya temen, anggap aja namanya Ipul. Gua ga pernah deket sama dia di sekolah, gua ngobrol ya seperlunya aja. Gua banyak denger kabar tentang dia begini begitu dan yaaa.. gua percaya percaya aja sama orang yang ngomongin. Why? because, I don't know about his self. Gua cuma tau dia dari apa yang gua denger bukan dari yang gua rasa.  Setelah berjalannya waktu, ada beberapa event yang buat gua harus banyak berinteraksi sama dia. Awalnya, like a new friend, kita cuma ngobrol kalau memang ada yang harus di omongin. Selebihnya? hmm. Tapi karena seringnya kita ketemu, yang awalnya cuma ngomongin tentang event doang jadi ngomongin masalah pribadi seperti masalah percintaan or ...