Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Kehilangan

Hari itu, aku mengenalmu Sebagai sosok yang berani Datang kehadapanku, Tepat dihadapanku Malam itu, aku memutuskan untuk jatuh kembali Setelah semua sudah ku tata dengan rapi Mengambil resiko untuk dipatahkan lagi Mencoba memberi kesempatan untuk mengisi kosongnya hati Pagi itu, langit yang cerah Dengan suasana yang cukup bahagia Ku balas pesan darinya Dengan sebuah keputusan dengan tingkat resiko yang terparah Aku marah pada hati Yang sejak awal tak bisa diajak kompromi Aku marah pada perasaan Yang sejak awal tak bisa mengerti keadaan Sayangnya, itu aku Ini aku Yang lagi-lagi takut kehilangan -dari aku, yang bodoh soal rasa- Selasa, 11 Juni 2019 Selamat malam, untuk kamu yang beda waktu 1 jam dari sini.

Pesan dariku

Dari aku yang penuh ego Sampai akhirnya, Aku tak mampu untuk berkata Tak sanggup untuk bertindak Izinkan aku untuk diam Karena diam satu-satunya jalan untuk aku menahan rindu Ketika kata tak lagi didengar Dan tindakan tak lagi dilihat Maaf, Aku terlalu egois soal rasa -wanita dibulan desember- Malam itu, ketika aku merindukanmu

Kadang Kala

Kadang kala, kita melakukan sesuatu yang kita kehendaki kebenarannya hanya karena tidak ingin membebani Kadang kala, kita membiarkan imbasnya mengenai kita agar tak mengenai orang yang kita sayangi Kadang kala, kita berkorban mengenai banyak hal untuk dia yang kita yakini dihati Tapi, Kadang kala, perlakuan kita usaha kita pengorbanan kita seakan tak ternilai Bukan berarti berharap atau karena ingin diperhatikan Ada saat dimana kita ingin dimengerti tanpa harus memberi tahu Ingin dipahami tanpa harus diomongi Ingin dilihat, tanpa harus memperlihatkan Tapi, bukankah itu egois? Bukankah aku egois? Tuhan mengabulkan doa ketika kita melakukannya tetapi kita ingin dimengerti, dipahami, dan dilihat tanpa melakukan apapun Lantas Dosa kah aku Yang menginginkan perlakuan mu melebihi-Nya -wanita di bulan desember- Ketika hujan turun dan aku yang egois 18 Februari 2019
Malam memberi cerita Perihal rasa kepada dirinya Tentang sesuatu yang membara Dariku kepadanya yang jauh disana Bentang kilometer jarak yang ada Tak satupun keluar sebuah kata Membiarkan dinginnya angin yang membawa Izinkan aku kirimkan doa Untukmu, yang jauh disana Dariku, pembuat aksara Tulisannya yang baru diketemukan Bajulmati, 17 November 2018

Perihal; Hujan pukul 2 pagi

Aku merindu; Pada dia yang pernah hadir dalam hidupku Dia Bagai pelangi Datang lalu pergi Indah sesaat mewarnai hari Dia Bagai embun Membasahi daun Di pagi hari yang anggun Dan aku, Sedekat nadipun Sedalam lautan manapun Aku tetap bukan pelabuhan terakhir dimanapun Untukmu, Yang jauh dalam rasa maupun karsa wanita dibulan desember Tulisan yang hilang, 26 Juni 2018

Tentang beberapa tahun terakhir

Banyak yang datang dan pergi perihal rasa Entah untuk singgah atau hanya sekedar menyapa lara Mereka mengenal diriku sebatas raga Tanpa tahu seberapa besar aku terluka Orang bilang, jangan berteman dengan luka Namun, aku tidak bisa melupa Kepada dia yang pernah menyapa lara Dan berakhir dengan kecewa Lalu, untuk apa aku meyakinkan sukma? Kalau semua akan tetap berakhir sama Untuk apa aku menguatkan raga? Jika diri ini sudah tak miliki karsa Nalar berkata "berhenti" Intuisi berkata " coba lagi" Lalu, aku yang jatuh berulang kali memutuskan untuk mengakhiri -wanita dibulan desember- Malang, 27 Agustus 2018

Aku Bertanya

Aku pernah baca dibuku kalau: Cinta adalah soal rasa yang datang dan pergi. Tapi, barangkali, cinta adalah rasa gugup setengah mati saat akan bertemu dengannya. Yang pasti, aku tak fasih soal cinta Namun, bila cerita yang sudah kita buat ini hanya menyusahkan dan membebani dirimu. Tidak masalah bagiku jika kamu ingin menyudahinya. Aku tidak mau memaksa perihal ini. Jika memang disana akhirnya, maka aku sungguh dapat memahaminya. Memang kita yang yang berawal dari sebuah penghianatan akan berakhir dengan penghianatan. Perlahan tapi pasti, kita akan terbiasa dengan jarak dan aku paham bahwa kamu sudah bersiap-siap untuk pergi. Namun, ada yang ingin kutanyakan, pada kalian yang banyak menyuruh untuk membuka hati. Pada bagian ini, apakah yang menyenangkan dari jatuh cinta? Jika kita terbang melayang-layang tanpa tujuan lalu jatuh ketanah dan dipaksa untuk menyerah. -wanita dibulan desember- 25 Agustus 2018.
Banyak orang yang menyuruh untuk membuka hati. Pertanyaannya, apakah semudah itu bagi seseorang yang telah kecewa untuk membuka hatinya kembali? Jika kamu patah hati, jangan terlalu buru-buru menjadikan hatimu utuh kembali. Semua butuh proses. Jangan karena kamu merasa kosong pada hatimu, lalu kamu mencari orang yang baru. Jangan karena mantan sudah mempunyai pasangan, lalu kamu berusaha secepatnya mencari pengganti agar tak terlihat seolah-olah masih mengharapkan. Sesungguhnya, kamu hanya akan melukai perasaan seseorang. Kamu memang terlihat bersamanya tapi hanya sebatas raga sedang hatimu masih tertinggal dan kamu masih hidup dalam kenangan. Kamu harus mengerti, seindah apapun kamu bersamanya dahulu, ia hanya berakhir sebatas masa lalu. Berhentilah membandingkan, sebab setiap jiwa itu berbeda. Lebih baik, yakinkan hatimu terlebih dahulu. Jangan menjadikan perasaan sebagai mainan. Sebab menjadi pelarian tak pernah terasa menyenangkan. Apalagi dengan menjadikan dia sebagai bayan...

Stasiun Kereta

Hujan turun membasahi kota perantauan Di hari pertama para pemimpi datang Mentari tak terlihat, Mungkin langit sedang sedih Atau awan mulai kecewa Namun, bumi tak pernah marah Dan hujan pantang menyerah Ada beberapa hal yang harus diperjuangkan Hingga tiba saatnya untuk berhenti Bukan karena menyerah Tapi karena keadaan Awal tahun menjadi saksi bisu atas sebuah keputusan Dan stasiun menjadi tempat terakhir dari sebuah pertemuan Bahwa pada akhirnya, tak ada yang bisa dipertahankan Sebab dari awal tidak di perjuangkan -wanita dibulan desember- 2018.

Cerita

Fajar menyingsing dari ufuk timur Mentari pagi perlahan membiaskan sinar Rindu Fajar membawa rindu tentang dia yang pilu dengan rasa yang tak menentu Kenangan Sejuk angin pagi membawa luka mengingatkan pada setiap kata yang berakhir menjadi aksara Pergi Sang fajar pergi entah kapan akan kembali meninggalkan luka yang mendalam pada hati -wanita dibulan desember- 26 Juni 2018

Luka

Horizon menyimpan rahasia Pada mereka yang menanti datangnya sang surya Yang siap menyambut dari ufuk timur munculnya cahaya Cakrawala memberi cerita Tentang dia yang datang membawa manisnya kata Lalu pergi meninggalkan derita Dan langit mulai resah Karena perasaan penuh keluh kesah Pada dia yang tak kunjung ungkapkan rasa namun pamit tanpa salah Lara. -wanita dibulan desember- Parang Tejo, 16 Agustus 2018

Jatuh Karena Cinta

Malam... Jangan biarkan rasa ini menetap dan bertapa pada benak yang ada Beban ini terlalu sulit untuk dipikul dan dibawa Aku paham, Aku sadar Pada hakekatnya, Ketika kita jatuh cinta, kita juga harus siap terjatuh karena cinta Entah seperti apa jadinya . . . . . 3 tahun Bukan waktu yang sebentar untuk menutup diri dan hati 3 tahun Waktu yang cukup lama perihal rasa yang pernah ada Banyak orang yang meminta untuk membuka hati Banyak orang yang bertanya mengapa menutup diri Faktanya, ketika aku mencoba untuk membuka hati Hanya luka yang ku dapati . . . Seharusnya, aku lebih tau diri Menetapkan posisiku pada segi yang sudah disediai Tanpa sebuah harapan yang berujung sirna Karena status kita yang tak berujung nyata Seharusnya, aku bisa dengan mudah pergi Membiarkanmu pergi membawa kebahagiaanmu Seharusnya, kamu bisa dengan mudah pergi Tanpa harus memikirkan bagaimana keadaanku Pada akhirnya, jiwa memilih mengistirahatkan sendu Menyimpan rindu yang sejat...

Secarik Rindu

Purnama yang cerah di kota yang malang Ada secarik rindu yang tak tersampaikan kepada bintang yang berpijar Desir angin membawa rindu ke tempat ia ingin bermuara Kepada senja yang menggantikan birunya langit dengan warna yang terbias indah Seakan ingin berpisah dan tak kan pernah kembali Malam yang dingin memberikan luka yang mendalam Dibawah rangkaian mozaik kerlap-kerlip lampu yang malang Ada rasa yang tak sempat tersampaikan kepada senja yang digantikan gelapnya malam Ada kata yang tak mampu diucapkan kepada senja Dan membiarkan angin membawa rindu yang disimpan -wanita dibulan desember- 4.18 pm 5-Sep-17

Last Time

Siapa sangka, bahwa hari itu adalah hari terakhir kita merayakannya? Siapa sangka, bahwa kita ditakdirkan hanya dapat bermain saat menjadi anak kecil? Ga ada satu orang pun yang bisa menyangka, bahkan kita saat ini seperti orang yang tak kenal. Entah kesalahan apa yang dibuat oleh anak kecil saat itu. Tapi yang pasti, berkat kalian, kalian semua, masa kecilku, tak ada satupun hal indah yang terlewatkan. Saat ini, mungkin kita sudah sibuk dengan kegiatan kita masing-masing. kita sibuk mempersiapkan masa depan yang pernah kita bicarakan dibawah pohon miring, di lapangan bulu tangkis saat sore, atau di atap masjid. Masa-masa itu mungkin ga bisa terulang lagi. Sesungguhnya, aku menyesal pernah menyia-nyiakan masa itu dan yang bisa kulakukan untuk terus mengingat adalah dengan menulis. Kalian tahu, tak ada satu haripun sejak aku meninggalkan tempat masa kecil kita yang ku lupakan. Tak satupun kenangan yang ku buang dari ingatanku. Aku menyimpannya baik-baik. 10 tahun bahkan l...

Puisi untuknya

Perihal; Aku Sayangnya, aku bukan siapa-siapa Hanya seseorang yang mencintaimu dalam diam Yang tak mampu mengutarakan dengan lisan Hanya mampu bergelut dengan tulisan Kenyataannya, aku hanyalah aku Yang tak mampu menatapmu dari dekat Dan hanya bisa melihat dari kejauhan Kita dekat, namun kamu terlalu jauh untuk dijangkau Bukan, bukan kamu yang salah Aku yang salah Aku yang memendamnya Aku yang takut kehilangan Faktanya, kita bukanlah kita Aku dan kamu bukanlah kita Tak lebih dari sebatas teman Dan akan selalu menjadi teman Aku hanyaah orang yang mencintaimu dalam diam Dan aku akan selalu seperti yang aku lakukan Mencintai sendirian Ini keinginanku Karena aku Aku hanyalah pelangi yang datang seusai hujan dan digantikan oleh mentari -wanita dibulan desember- 16:35 WIB 23/07/17.

Diskriminasi

Kejadiannya waktu gua SD. Waktu gua SD, gua dapet perlakuan yang ga adil dari guru gua sendiri. Entahlah. Tapi gua merasa begitu. Gua bukan anak yang pintar, yang selalu nomor 1, bahkan masuk 10 besar dari 40 anak dikelas aja engga. Gua termasuk anak yang biasa-biasa aja, atau mungkin malah termasuk golongan yang bandel. Orang tua gua pribadi ga pernah maksa gua untuk belajar terus menerus, mereka lebih ngajarin gua tentang sopan santun, tata krama, nyuruh bergaul, perbanyak teman, ikut organisasi dan hal-hal yang berhubungan dengan interaksi sosial. Meskipun begitu, bagi mereka pendidikan itu tetep nomor 1 untuk anak-anaknya. Apapun yang terjadi, gua dan kaka gua tetep harus sekolah sampai punya gelar dan sukses dunia akhirat. Amiin. Kembali ke topik. Gua merasa di bedakan sama guru SD gua ketika gua menyadari bahwa yang mereka perhatikan adalah anak-anak yang menduduki peringkat atas di kelas. Contohnya, kalau ada 2 anak yang berisik di kelas yang satu adalah anak yang ad...

Behind a beautiful place, there is an amazing history

Penghujung April 2017 adalah salah satu saksi tercapainya satu demi satu mimpi yang sudah di bangun sejak awal. Puncak tertinggi pulau Jawa, Gunung Semeru dengan pesona keindahan alam yang terkenal berhasil ditakluki bersama dan membawa sejuta cerita. Fajar menyingsing, para pendaki pecinta sunrise beranjak bangun untuk melihat matahari terbit di ketinggian 2400 Mdpl. Ranukumbolo memang tak tanggung-tanggung. Bagi para pendaki atau pencinta alam, Ranukumbolo adalah surga. Tapi, dibalik indahnya Ranukumbolo ada cerita menarik. Gunung Semeru terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana masyarakat yang berdomisili di kaki Gunung Semeru adalah penduduk asli Tengger yang mayoritas memeluk agama Hindu. Pagi itu, ketika sang surya membiaskan sinarnya di ketinggian 2400 Mdpl. 5 orang penduduk asli Tengger datang membawa 2 ekor kambing yang disembelih di pinggir Ranukumbolo. Kemudian, kepala kambing itu dihanyutkan di air tawar yang jernih. Kita bisa melihat dia semakin ...

Don't Judge's People Look

Sesuai dengan judulnya, gua akan membahas tentang judge. Gua udah 17 tahun hidup di dunia ini dan yaa.. banyak hal yang sudah gua lewati dan banyak juga gua bertemu sama orang. All of people in the world have a characteristic yang berbeda-beda. Of course. Bahkan orang kembar pun punya sifat yang beda. Gue punya temen, anggap aja namanya Ipul. Gua ga pernah deket sama dia di sekolah, gua ngobrol ya seperlunya aja. Gua banyak denger kabar tentang dia begini begitu dan yaaa.. gua percaya percaya aja sama orang yang ngomongin. Why? because, I don't know about his self. Gua cuma tau dia dari apa yang gua denger bukan dari yang gua rasa.  Setelah berjalannya waktu, ada beberapa event yang buat gua harus banyak berinteraksi sama dia. Awalnya, like a new friend, kita cuma ngobrol kalau memang ada yang harus di omongin. Selebihnya? hmm. Tapi karena seringnya kita ketemu, yang awalnya cuma ngomongin tentang event doang jadi ngomongin masalah pribadi seperti masalah percintaan or ...